PELTI - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia
 

Links

Ketentuan & Ketetapan

Berita Utama

Tampil Luar Biasa Kahar ke Perempat final

BALIKPAPAN, 19 April 2012 – Meski usianya sudah mencapai 46 tahun mantan petenis nasional Abdul Kahar MIM masih mampu berprestasi dengan mencapai babak perempat final Seri IV Sirkuit Tenis Nasional 2012. Kahar lolos ke perempat final dengan mengalahkan Achmad Imam Ma’ruf (DIY) 3-6, 7-5, 6-1 pada babak kedua di Stadionn Tenis Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (19/4).

Kahar yang kini menjadi pelatih tim tenis PON Kaltim, tampil luar biasa di bawah terik panas matahari. Mantan petenis nasional seangkatan Suharyadi dan Tintus A. Wibowo ini mampu mengatur tempo permainan dengan sangat baik.

Kahar juga tampil mengandalkan pukulan akurat. Servisnya masih tajam, dan backhand slice-nya menukik tajam ke lapangan Achmad sehingga petenis  DIY ini acap kali dibuat tidak berkutik.

Kahar juga tampil sangat sportif dan positif meski lawan berusia jauh di bawahnya. Terkadang dia memuji lawannya bila lawannya meraih poin melalui pukulannya.  “Wah, ini baru pukulan yang bagus,” tutur Kahar saat bola silang lawannya jatuh di sisi kanan lapangan dan  tidak dapat dia kembalikan.

“Ayo hampir masuk, sedikit lagi,” kata Kahar lagi saat bola down the line Achmad jatuh tipis di sisi garis tepi lapangan permainan Kahar. Pemain yang dikenal dingin ini juga tidak mengeluh saat bola lawan yang semestinya keluar tetapi dinyatakan masuk oleh wasit.

Dengan kemenangan ini di babak perempat final Kahar petenis Kaltim lainnya, Ahmad Maulana. Ahmad di babak kedua menyisihkan unggulan keempat M. Reski Asrian (Kaltim) 6-1, 6-4.

Sayangnya langkah kahar gagal diikuti Tjahjono (DKI), mantan petenis nasional yang kini berusia 49 tahun. Tjahjono terpaksa menyerah 6-4, 1-0 menghadapi petenis Kaltim unggulan kedua, Arief Rahman. Tjahjono mengundurkan diri pada game kedua set kedua karena tidak tahan sengatan panas sinar matahari yang mencapai sekitar 35 derajat Celsius.

“Panasnya bukan main, saya benar-benar nggak kuat,” tutur Tjahjono.

Dengan demikian dari tiga mantan petenis nasional yang tampil pada babak utama Seri IV Sirkuit Tenis Nasional ini, tinggal Kahar yang masih tersisa. Dua lainnya, Tjahjono dan Sulistyono, sudah tersisih. ***

 

 

© 2009 PELTI | Persatuan Tenis Seluruh Indonesia