PELTI - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia
 

Links

Ketentuan & Ketetapan

Berita Utama

Meski Nyaris Kram, Faisal Jegal Unggulan Kedua

SAMARINDA , 12 April 2012– Meski harus tampil sampai terpincang-pincang, petenis senior Faisal Aidil (Kaltim) mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan menghadapi juniornya sesama petenis Kaltim, Arief Rahman, 4-6, 6-4. 6-2 pada babak kedua seri ketiga Sirkuit Tenus Nasional Pelti 2012 di Lapangan Tenis GOR Segiri, Samarinda, Kaltim, Kamis (12/4).

Faisal yang kini berusia 23 tahun terlihat ingin menunjukkan kepada juniornya tentang bagaimana seharusnya bertanding di Lapangan. Faisal tampil tak kenal lelah meski terpincang-pincang dan nyaris kram dalam pertandingan yang berlangsung  2 jam, 20 menit.

Dengan pengalaman yang dimilikinya Faisai mampu mengambil poin-poin penting dengan bermain tetap fokus dan berkonsentrasi penuh. Sebaliknya Arief banyak membuat kesalahan sendiri saat poin-poin penting yang seharusnya dia menangi.

Selain bermodal semangat, Faisal juga tampil dengan mengandalkan servis kilat. Beberapa kali Faisal membukukan servis as.

Seusai pertandingan Faisal terkapar di bangku pemain untuk beberapa saat. Pelatih Kepala Tim Tenis PON XVIII Katim, Abdul Kahar MIM, membawanya ke tempat perawatan.

Menurut Abdul Kahar, Kemenangan Faisal tersebut lebih banyak disebabkan oleh jam terbang yang tinggi yang dimiliki Faisal. “Dengan banyaknya pengalaman bertanding, Faisal mampu tampil tenang pada poin-poin kritis. Sebalinya Arief bermain terlalu berhati-hati sehingga malahan banyak membuat kesalahan sendiri. Tetapi secara umum keduanya tampil bagus hari ini,” kata Kahar MIM yang pernah melawan Boris Becker (Jerman) saat memperkuat  tim Indonesia melawan regu Jerman pada Piala Davis Grup Dunia tahun 1989.

Hal itu diakui oleh Arief yang baru berusia 16 tahun dan ditempatkan sebagai ungggulan kedua pada Sirkuit Tenis Nasional ini. Dengan kemenangan ini Faisal di babak berikutnya atau perempat final menghadapi petenis Jateng bukan unggulan, Esmid Muhammad.

Esmid lolos ke perempat final dengan menyingkirkan unggulan  keenam Deda Kresna Wijaya (Kaltim) 6-2, 7-6 (5). Babak perempat final lainnya mempertemukan Tio Juliandi (Papua Barat) dengan unggulan ketiga Gusti Jayakusuma (Kaltim). Tio lolos ke perempat final dengan menyisihkan unggulan kedelapan M. Noor Iman (NAD) yang mengundurkan diri karena kelelahan. Hal ini terjadi pada set ketiga kedudukan 6-7 (4), 7-5. Sementara Gusti menyingkirkan  Robyanur Saputra (Kaltim) 6-2, 6-1.

© 2009 PELTI | Persatuan Tenis Seluruh Indonesia