PELTI - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia
 

Links

Ketentuan & Ketetapan

Berita Utama

PON Tenis 2009: Ketentuan untuk Junior KU 14 dan U 16

Jakarta - Kelompok Junior U 14 dan 16 tahun, bakal menjadi bagian dari gelaran PON Tenis 2009 di stadion tenis Gelora Bung Karno, 27 Juni s/d 5 Juli 2009 mendatang. Ketentuan dan peraturan pertandingan telah dibuat untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

KETENTUAN DAN PERATURAN PERTANDINGAN TENIS

DALAM RANGKA PEKAN OLAHRAGA TENIS NASIONAL TAHUN 2009

KELOMPOK 14 DAN 16 TAHUN

 

 

A.      KETENTUAN UMUM

 

I.        DAERAH/REGU PESERTA PEKAN OLAHRAGA TENIS NASIONAL TAHUN 2009

 

1.       Setiap Pengprov PELTI  berhak mengikuti Pekan Olahraga Tenis Tahun 2009 dengan mengikuti ketentuan umum serta peraturan pertandingan.

2.       Setiap Pengprov PELTI dapat mengikutserkan 1 (satu) regu tenis Kelompok Yunior Putera dan atau Puteri,

3.       Nama-nama pemain yang sudah didaftarkan untuk mewakili suatu daerah tidak boleh diganti kecuali dengan alasan yang dapat diterima dan persetujuanan dari PP PELTI.

4.       Adapun Entry by Number sampai dengan tanggal 10 Juni 2009, sedangkan  Entry by Name sampai tanggal 15 Juni  2009.

5.       Setiap anggota regu yang mewakili daerah harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PELTI yang dikeluarkan oleh PP PELTI, Bagi yang tidak memiliki KTA, maka PP Pelti akan membantu membuatkan KTA sementara.

 

II.      WAKTU DAN TEMPAT PERTANDINGAN.

           

Pekan Olahraga Tenis Tahun 2009 akan  dilaksanakan tanggal 27 Juni - 5 Juli 2009 di Lapangan Tenis gravel  Gelora Bung Karno, Jakarta.

-         Pertandingan dimulai pkl. 08.00 – 18.00.  Setelah pertandingan beregu selesai akan dilanjutkan dengan pertandingan nomor perorangan

-         Cadangan Lapangan Pusat Tenis kemayoran

-         Pembukaan 27 Juni 2009, pkl. 08.00

 

III.    NOMOR-NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN.

 

1.     Regu Putra Kelompok Umur 14 tahun

2.     Regu Putri Kelompok Umur 14 tahun

3.     Regu Putra Kelompok Umur 16 tahun

4.     Regu Putri Kelompok Umur 16 tahun 

5.     Perorangan putra dan putri Kelompok 14 tahun, 16 tahun (Tunggal dan Ganda)

 

Setiap Regu @ minimal 3 pemain maksimal 4 pemain baik untuk Putera maupun  Puteri

 

Catatan : Setiap pemain maksimal boleh mengikuti 2 nomor pertandingan dalam nomor perorangan.

 

B.      KETENTUAN KHUSUS

 

I.        PERATURAN/SISTIM PERTANDINGAN

1.       Peraturan pertandingan yang digunakan dalam seluruh kegiatan pertandingan Pekan Olahraga Tenis Nasional  tahun 2009 adalah :

a.       Peraturan Turnamen Diakui PELTI (TDP)

b.      Rules of Tennis tahun 2009 dari ITF

c.       Code of Cunduct tahun 2009 dan ITF

d.      Pertandingan kelompok 14 dan 16 tahun  akan dipimpin oleh seorang Referee

2.       Pertandingan Pekan Olahraga Tenis  dimainkan dengan “the best of three tie breaker sets  untuk  Babak Utama baik pertandingan beregu maupun perorangan.

      a.   Seluruh pertandingan beregu dibagi dalam bentuk Pool dengan sistim setengah kompetisi.

b.      Seluruh pertandingan perorangan  dimainkan dengan sistim gugur. 

3.       Urutan bermain dalam pertandingan beregu :

a.       Partai pertama tunggal ke-1

b.      Pertai kedua tunggal ke-2

c.       Partai ketiga ganda.

Catatan :     -  Urutan ranking bebas

-         Susunan pemain yang sudah masuk tidak boleh diganti selama      melawan regu yang sama.

4.       Penentuan urutan ranking dalam POOL pada pertandingan beregu :

a.       Setiap regu yang memenangkan pertandingan mendapat angka 1 (satu).

b.      Regu yang mendapat angka kemenangan terbanyak dari seluruh pertandingan akan ditetapkan sebagai Juara / peringkat ke-1

c.       Bila terdapat 2 (dua) regu yang memiliki angka kemenangan yang sama, maka penentuan pemenang didasarkan atas pertemuan kedua regu tersebut (head to head).

d.      Bila terdapat 3 (tiga) regu atau lebih yang memiliki angka kemenangan yang sama, maka penentuan pemenang didasarkan kepada langkah-langkah berikut :

-         Jumlah partai kemenangan, apabila jumlah partai kemenangan juga sama.

-         Jumlah set kemenangan, apabila jumlah set kemenangan juga sama.

-         Jumlah game kemenangan, apabila jumlah game kemenangan juga sama, maka penentuan kemenangan dilakukan  dengan undian.

                        Catatan :  Pemain yang cidera sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan angka kemenangan akan diberikan secara penuh kepada lawannya.

5.       Bola yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Tenis Nasional adalah Dunlop.

6.       Seluruh regu daerah yang masuk babak kualifikasi dibagi menjadi 8 POOL yaitu Pool A, Pool B, Pool C, Pool D, Pool E, Pool F, Pool G, Pool H, jika diikuti oleh seluruh Pengrov, dan jika kurang dari 24 regu , maka akan dibagi menjadi 4 pool

7.       Technical meeting dan sekaligus pengundian untuk penentuan POOL akan dilaksanakan tanggal 26 Juni 2009 di PP Pelti. Acara ini dihadiri oleh seorang offisial untuk  masing-masing daerah.   

8.       Regu Daerah yang pemainnya tidak memiliki PNP akan diundi dulu penempatan urutannya sebelum diundi untuk masuk kedalam POOL

9.       Penentuan unggulan (seeding) ditetapkan berdasarkan peringkat terbaru yang diterbitkan oleh PP PELTI.  

10.   Juara dan runner up masing-masing POOL akan lolos ke Babak Utama.

11.   Pengundian POOL dilakukan masing-masing untuk Putera dan Puteri

12.   15 (lima belas) menit sebelum pertandingan dimulai, kapten regu harus menyerahkan nama-nama pemain tunggal ke-1 dan tunggal ke-2 kepada Referee dan nama pemain ganda diserahkan segera setelah pertandingan partai tunggal ke-2 berakhir

13.   Setiap pemain yang merangkap, akan diberikan waktu istirahat selama 30 menit untuk bermain pada pertandingan berikut pada ganda beregu.

14.   Hanya 1 (satu) orang pemain yang boleh bermain rangkap (tunggal dan ganda)

15.   Pertandingan akan dipimpin oleh seorang wasit mulai babak semifinal, sedangkan pada babak penyisihan tidak menggunakan wasit akan tetapi akan dibantu oleh seorang pengawas(Rooping Umpire)

16.   Pergantian bola untuk pertandingan babak utama dilakukan pada set ke-3  (rubber sets), kecuali untuk sistem super tie-break

17.   Kapten regu

a.       Kapten regu adalah seorang yang ditunjuk secara resmi (tertulis) oleh daerah yang diwakilinya.

b.      Kapten regu hanya boleh mendampingi pemainnya di lapangan pada saat pertandingan beregu.

c.       Dalam pertandingan beregu, hanya kapten regu yang boleh berbicara dengan “rooping umpire mengenai fakta di lapangan dan berbicara dengan Refere mengenai peraturan permainan.

d.      Kapten regu yang mendampingi pemain di dalam lapangan harus berpakaian rapi dan sopan, tidak dibenarkan memakai sandal dan merokok.

e.      Jika kapten regu tidak dapat secara penuh mendampingi pemainnya di dalam lapangan, dia hanya bisa di ganti oleh salah seorang pemain yang terdaftar dalam regu tersebut.

f.         Kapten regu tidak dibenarkan memberikan petunjuk kepada pemain-nya pada saat pertandingan sedang berlangsung, kecuali pada saat perpindahan tempat.

g.      Pelanggaran/kesalahan yang dilakukan oleh kapten regu akan dikenakan sangsi kepada yang bersangkutan dengan urutan hukuman sebagai berikut :

1.       Peringantan pertama.

2.       Peringatan kedua

3.       Tidak diperkenankan berada didalam lapangan dan pemainnya dikenakan poin pinalti.

18.   Penempatan regu dalam POOL pada Babak Semifinal

a.        Juara POOL A akan Melawan Juara POOL C.

b.       Juara POOL B akan Melawan Juara POOL D.

      19. Jadwal pertandingan untuk  beregu Putera maupun Puteri.

- Hari I                         1 vs 3 2 vs 4

- Hari II                          2 vs 3            1 vs 4

- Hari III                         1 vs 2            3 vs 4

- Hari IV                  Semifinal

- Hari V                   Final                                                              

 

 

       20  Pemain yang kalah WO dianggap kalah dengan 0-6, 0-6.

       21.Regu yang kalah WO dianggap kalah dengan angka 0-3.

       22.Pemain yang tidak dapat melanjutkan pertandingan pada pertandingan beregu   dianggap kalah dengan menggenapkan game dan set pada angka penuh untuk   kemenangan lawannya.

 

II.      PERTANDINGAN PERORANGAN PEKAN OLAHRAGA TENIS NASIONAL TAHUN 2009

 

1.       Pertandingan perorangan Pekan Olahraga Tenis Nasional 2009 dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2009. Sign in tanggal 29 Juni 2009.

2.       Khusus pertandingan perorangan tunggal dan ganda akan dilaksanakan secara terbuka (TDP) artinya pemain yang tidak terdaftar dalam beregu dibolehkan mengikuti perorangan (tunggal dan ganda)

3.       Pertandingan menggunakan babak kualifikasi  dan babak utama

4.       Komposisi untuk babak utama perseorangan tunggal adalah :

a.       Prioritas pertama adalah pemain yang memiliki PNP

b.      Pemain daerah diprioritaskan mendapatkan wild card.

c.       Sisanya diambil dari babak kualifikasi.

d.      Jumlah draw, sesuai dengan jumlah pemain.

5.       Komposisi   babak utama perseorangan sesuai PNP pada kelompok umur masing- masing.

6.       Pemain yang dihitung medalinya adalah pemain yang terdaftar di beregu di masing-masing daerah.

7.       Selain pemain yang sudah terdaftar di tim beregu daerah yang akan main diperorangan,  akan dikenakan uang pendaftaran sebesar Rp 150.000.-

 

8.       Setiap Daerah harus memasukkan daftar nama-nama pemain perorangan kepada referee 1 (satu) hari sebelum pertandingan babak penyisihian perorangan  dan dilanjutkan dengan undian (seeding and drawing).  

9.       Setiap pemain hanya diperbolehkan mengikuti 2 (dua) nomor pertandingan pada pertandingan perorangan.

10.   Besar bagan pertandingan untuk nomor perorangan (size of draw)

- Tunggal Putera 14 th                      akan disesuaikan dengan jumlah peserta

- Tunggal Puteri 14 th                       akan disesuaikan dengan jumlah peserta

- Tunggal Putera 16 th                      akan disesuaikan dengan jumlah peserta

- Tunggal Puteri 16 th                       akan disesuaikan dengan jumlah peserta

- Ganda Putera/Puteri 14 th  akan sisesuaikan dengan jumlah peserta

- Ganda Putera/Puteri 16 th  akan disesuaikan dengan jumlah peserta

11.   Pembagian/Perolehan Medali pada nomor perorangan

-         Juara akan memperoleh medali Emas

-         Finalist/Runner-up akan memperoleh medali Perak.

-         Semi finalist akan bersama-sama memperoleh medali Perunggu.

Bagi pemain yang tidak terdaftar dalam beregu, apabila memperoleh medali, medalinya tidak dihitung, namun poin nya tetap dihitung. Artinya medali hanya dapat dihitung  untuk penentuan juara umum kepada pemain yang terdaftar di beregu.

 

 

 

12.   Jumlah peserta yang sudah mendaftar sampai saat ini adalah :

            a. Tpa 14 h        18 Daerah

            b. Tpi 14 th        12 Daerah

            c. Tpa 16 th       17 Daerah

            d. Tpi 16 th         7  Daerah

            e. Tpa Umum    16 Daerah

            f . Tpi Umum     9  Daerah

            g. Veteran Putra            15 daerah

            h. Veteran Putri 10 Daerah

 

 

13.   Informasi Penginapan

            A. Hotel Tulip                           Rate     : Double Bed Room Rp. 235.000,-

                 Jl. Hanglekir II No 24                                       1 besar diisi 2 orang

                 Jakarta Selatan                                   Breakfast : Rp. 15.000,.- Perorang

                 Tlp. 021-725 1872

                 021 725 0025

 

            B. Hotel Pita Giri                      Rate     : Single Bed     Rp. 215.000 + Breakfast

                 Jl. Palmerah barat No 110                   Bed Besar      Rp. 320.000 + Breakfast

                 Jakarta Barat                                      Executive       Rp. 350.000 + Breakfast

                 Tlp. 021 535 9359

                        021 548 1965

 

            C. Paket Akomodasi  5 Jt per regu. Masing-masing regu 4 orang. Mulai dari tanggal 26 Juni – 6 Juli 2009/ Fasilitas yang tersedia adalah kamar ber AC, konsumsi 3 kali sehari dan transportasi dari penginapan ke Gelora pulang pergi bila lebih dari 1 km.  

 

C.      SANKSI.

     

Pelanggaran terhadap peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan akan dikenakan hukuman/sanksi oleh PP PELTI kepada Daerah atau perorangan dengan memperhatikan saran dari Referee pertandingan.

 

 

 

D.      LAIN-LAIN

 

Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam peraturan dan ketentuan ini apabila perlu akan ditetapkan kemudian.

 

Hormat kami,

PENGURUS PUSAT PELTI

 

 

 

JOHANNES SUSANTO

Ketua Bid. Pertandingan

 

© 2009 PELTI | Persatuan Tenis Seluruh Indonesia