PELTI - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia
 

Links

Tabloid Tennis

Berita Utama

RAKERNAS: Kecewa Pembinaan Senior dan Siap Mundur

Jakarta - Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja benar-benar mengemukakan uneg-unegnya di hadapan peserta Rakernas PP Pelti di Hotel Menara Peninsula. Melihat perkembangan prestasi terakhir, Ibu Tenis Indonesia ini menyatakan kekecewaannya atas prestasi petenis senior dan bahkan mengaku siap mundur jika daerah - daerah menghendaki.

"Jujur saja saya kecewa dengan pembinaan senior, karena berbagai upaya sudah dilakukan, tetapi prestasi kita seperti ini. Saya juga siap mundur jika daerah-daerah meminta," kata Martina di akhir laporan yang dibacakan selama 15 menit tersebut.

Acara Rakernas diawali dengan pembacaan tata tertib oleh Sekjen Pelti Soebronto Laras selaku Ketua Panpel Rakernas yang sekaligus menunjuk pimpinan sidang yang akan memimpin sidang pleno. Pada sidang inilah Laporan KU Pelti mengawali yang dilanjutkan dengan laporan Sekjen Soebronto Laras.

Dalam sambutannya, Soebronto mengemukakan betapa banyak aktivitas dan beban PP Pelti yang harus ditanggung. "Pekerjaan di Sekretariat kita ini ibarat melebihi kantor lainnya," katanya.

Selama setahun, Pelti mendapatkan ratusan surat masuk dari luar negeri dan lebih dari seribu surat keluar dari sekretariat, sehingga beban yang ditanggung pun tidak sedikit. "Sekurangnya, Pelti harus mengeluarkan Rp 530 juta/ tahun untuk kebutuhan sekretariat, terhitung dari kebutuhan kantor, gaji , dan sewa tempat. Kita ini sewa tempatnya dan tidak murah. Setahun sewanya Rp 140-an juta lebih," kata Soebronto,

Berbagai hal disampaikan mantan Bos Indomobil ini, termasuk keprihatinannya atas kewajiban pajak yang harus ditanggung Pelti, sementara belum ada aturan yang baku mengenai kewajiban pajak atas sumbangan. 

Banyak kebutuhan organisasi ini harus ditutup secara pribadi oleh Ketua Umum, dari turnamen, pembinaan dan masih banyak kebutuhan lainnya. "Untuk turnamen saja isa mencapai 800-an juta," katanya.

Namun Soebronto yakin, bahwa ke depan akan ada jalan untuk mengatasi kendala-kendala dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan ini. 

Setelah Sekjen, laporan juga disampaikan secara berurutan, dari Ketua Bidang Pengembangan Slamet Utomo, Ketua Bidang Pembinaan Junior oleh Danny Walla, Ketua Bidang Pembinaan Senior oleh Diko Murdono dan diakhiri oleh bidang Pemasaran, promosi dan turnamen, yang diwakili Prasetyo Singgih dan Johannes Susanto.

Ketika berita ini diturunkan sedang berlangsung rapat komisi yang membahas bidang pembinaan, pengembangan, organisasi  dan pertandingan. (humas/apj)

 

© 2009 PELTI | Persatuan Tenis Seluruh Indonesia