PELTI - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia
 

Links

Ketentuan & Ketetapan

Profil Organisasi

Profil Organisasi » Profil Pengurus
image title

Pengurus PP Pelti 2007-2012 Dikukuhkan

Kepengurusan PP Pelti periode 2007-2012 yang kembali diketuai Martina Widjaja, dikukuhkan oleh Ketua Umum KOI/KONI Ny. Rita Subowo di Jakarta, Senin.Pengurus PP Pelti ini baru dikukuhkan setahun setelah Munas Pelti berlangsung di Jambi pada November lalu akibat berbagai kesibukan yang dihadapi pengurus terasnya.
  Dalam pelantikan itu hampir semua anggota pengurus Pelti di bawah pimpinan Ketua Umum Martina Widjaja hadir dan mengikuti acara pelantikan dengan khidmad.
 “Dengan melihat susunan pengurus PP Pelti yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional yang berdedikas memberi keyakinan kepada kita sekalian bahwa saudara-saudara yang hari ini dikukuhkan dan dilantik akan dapat mambawa prestasi yang lebih baikbagi olahraga tenis ke depan,” ujar Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo dalam sambutan usai pelantikan.
 Rita lebih lanjut mengemukakan, factor pengurus sangatlah penting, bahkan vital untuk menunjang kebedaradaan organisasi sebagai sararan atau alat untuk mencapai tujuan yang mulia khususnya mengangkat prestasi olahraga nasional yang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Organisasi olahraga haruslah memenuhi beberapa syarat utama, yaitu kepemimpinan yang kuat namun demokratis namun selalu memiliki komitmen untuk memajukan organisasi. Pengurus yang memiliki landasan kebersamaan, kesetiaan dan loyalitas yang tinggi kepada tujuan organisasi serta selalu berupaya untuk menegakkan aturan-aturan organisasi.
 “Kita harus mampu memberdayakan organisasi keolahragaan secara professional, menerapkan manajemen keolahragaan yang baik menjadi sebuah learning organization serta menerapkan Iptek keolahragaan secara konsisten dan konsekwen dalam program-program latihan dan pembinaan,” kata wanita pertama yang menjadi orang nomor satu di olahraga nasional itu.
 Secara khsusu Rita menekankan, melihat figur para pengurus dan juga keiprah dari Martina Widjaja maka diyakini tenis akan bisa meraih hasil yang lebih ke depan. Selama lima tahun sebelumnya komitemen Martina sudah teruji dan terbukti. Tidak berlebihan jika Martina terpilih dua periode memimpin Pelti.
 Setelah acara penaltikan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja PP Pelti oleh Sekjen PP Pelti, Soebronto Laras. Acara pemaparan diikuti dengan seksama oleh Rita beserta jajaran pengurus KONI Pusat lainnya serta undangan dari induk organisasi cabang olahraga.

SEA Games

 “Pada SEA Games XXV tahun 2009 di Laos kami harapkan cabang tenis bisa meraih prestasi yang lebih baik dibanding SEA Games di Thailand pada 2007. Kami harapkan PB Pelti bisa mengirimkan para petenisnya ke berbagai event internasional, meskipun harus melalui babak kualifikasi,” ujar Rita Subowo di hadapan pengurus Pelti yang berjumlah 56 orang.
 Rita mengharapkan tenis tetap menjadi salah satu cabang andalan Indonesia pada setiap multi event, dimana cabang ini meraih satu medali emas, tiga perak dan tiga perunggu saat SEA Games di Nakhon Ratchasima 2007.
 “Jangan lagi terlalu mengandalkan ‘wild card’ dalam setiap event internasional. Ikutlah sejak babak kualifikasi, karena IOC menganjurkan untuk mengirimkan sebanyak-banyaknya atlet. IOC akan memberikan banyak bantuan,” tandas Rita Subowo.
 Pada kesempatan itu Rita juga mengimbau agar PB Pelti melakukan terobosan-terobosan dalam membina atlet, bahkan menganjurkan agar menyerahkan atletnya ketika diminta untuk bersekolah di luar negeri ketika ada lembaga yang mau membantu.
 “Biarkan mereka sekolah di luar negeri sambil tetap bermain tenis. Tetapi harus diikat dengan suatu kesepakatan agar mereka bersedia kembali ke Indonesia manakala harus membela tim Merah Putih ketika dibutuhkan di ajang internasional,” ujarnya.
 Rita akhirnya mengharapkan PB Pelti senantiasa memiliki kepemimpinan yang kuat, tetapi tetap berlandaskan azas demokrasi dengan memiliki komitmen yang kuat, loyalitas yang tinggi dan selalu berupaya menegakkan peraturan organisasi.
 “Faktor pengurus sangat penting dan vital sebagai alat untuk mencapai tujuan yang mulia dalam rangka memperbaiki prestasi,” kata Rita Subowo.

Susunan Pengurus Pusat Pelti 2007-2012 :
Penasihat : Moerdiono
Ketua Umum : Martina Widjaja
Sekjen : Soebronto Laras
Wakil Sekjen : Ferry Raturandang
Bendahara : Diono Nurjadin
Wakil Bendahara : Zandra Darmawan
Kabid Pengembangan : Rachmanto Surahmat
Kabid Pembinaan Senior : Kresno Merdiko
Kabid Pembinaan Junior : Danny Walla
Kabid Pembinaan Prestasi Daerah : Tintus Arianto Wibowo
Kabid Pertandingan : Johannes Susanto
Kabid Promosi dan Pemasaran: Shinta Widjaja Kamdani
Humas : Gungde Ariwangsa, Amin Pujianto

Komite Organisasi : Albert Wuisang (+ 5 orang staf)
Komite Kepelatihan Pelatih : Atet Wijono, Alfred Raturandang
Komite Mini Tenis : Teguh Djuwandie,
Komite Perwasitan : Kompol Gunawan MH, Gunawan Tedjo
Komite Tenis Kursi Roda : H Sjahrudin, Henny Santoso
Komite Veteran : Suprawito (Ex officio Ketua BAVETI)
Komite Peringkat dan KTA : Grace Lumenta
Komite Pendidikan dan Bea Siswa : Marieke Gunawan
Komite Pembinaan Senior : Suzanna Anggarkusuma, Suwandi, Yopie Chandra
Komite Pembinaan Prestasi Daerah : Bonit Wiryawan (+ 2 orang staf)
Komite Pertandingan : Glen Sugita (+2 orang staf0
Komite Promosi : Indra Sukirno (+ 4 orang staf)
Komite Pemasaran : Patrick Walujo (+ 4 orang staf)
Komite Hukum dan Tatib : Kombes Pol Petrus Golose

© 2009 PELTI | Persatuan Tenis Seluruh Indonesia